MDI.NEWS, Jakarta —- Paguyuban Warga Jawa Tengah (PW Jateng) Kabupaten Biak Numfor menggelar rangkaian kegiatan sosial dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-21 yang jatuh pada 12 April 2026. Jumat, 10 Arpil 2026
Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat Jawa Tengah yang berdomisili di wilayah tersebut.
Salah satu kegiatan utama yang dilaksanakan adalah bakti sosial berupa penimbunan jalan masuk menuju area Pemakaman Islam Sorido.
Jalan sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut diperbaiki guna meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya saat mengantar jenazah ke lokasi pemakaman.
Ketua Umum PW Jateng Kabupaten Biak Numfor, Gunadi, menyampaikan rasa bangga atas keterlibatan seluruh warga dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh proses perbaikan jalan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.
Gunadi mengatakan bahwa perbaikan jalan tersebut merupakan hasil donasi murni dari warga Jawa Tengah di Kabupaten Biakmur. Selain penimbunan jalan, kegiatan juga mencakup pembersihan area pemakaman agar lebih tertata dan layak digunakan.
“Alhamdulillah, sepanjang 200 meter jalan berhasil kami timbun dengan ketebalan sekitar 30 sentimeter. Kondisi dasar jalan memang sudah cukup tua, sehingga perlu diperbaiki demi kelancaran akses,” ujar Gunadi.
Ia juga menambahkan bahwa total kebutuhan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut tidak mencapai Rp50 juta. Dana yang digunakan berasal dari hasil gotong royong warga yang dengan sukarela memberikan kontribusi.
Sementara itu, Ketua Umum Badan Pengelola Pemakaman Islam Sorido, Iwan Ismulyanto, menyampaikan apresiasi atas kepedulian warga Jawa Tengah dalam memperbaiki akses jalan menuju area pemakaman. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk respons cepat terhadap kebutuhan masyarakat.
“Ini sangat membantu, terutama dalam proses pengantaran jenazah. Kami berharap perbaikan ini bisa memberi kenyamanan dan keselamatan bagi semua pengguna jalan,” kata Iwan.
Ia menjelaskan bahwa lahan pemakaman Islam Sorido memiliki luas sekitar 2 hektare dan menjadi satu-satunya area pemakaman khusus umat Islam di kawasan tersebut. Perbaikan akses jalan dinilai penting untuk menunjang fungsi pemakaman tersebut.
Kegiatan penimbunan jalan dan pembersihan area pemakaman ini dikerjakan selama kurang lebih tiga hari. Total dana yang terkumpul dari donasi warga mencapai lebih dari Rp50 juta, dengan realisasi penggunaan sekitar Rp40 juta.
Iwan Ismulyanto berharap kegiatan sosial ini dapat menjadi inspirasi bagi organisasi kemasyarakatan lainnya untuk turut berkontribusi dalam pembangunan fasilitas umum. Mereka menilai semangat gotong royong menjadi kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat. (***)
Dokumentasi : Desa Lahang Baru







