width=
width=
OPINI  

GRIB Jaya PAC Pademangan Gelar Gerakan Sadar Hukum, Bangun Kesadaran Masyarakat dan Cegah Tawuran

MDI.NEWS, Jakarta—–Upaya menekan maraknya tawuran terus digencarkan. Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya PAC Pademangan bersama Handy & Partner Law Office menggelar sosialisasi Gerakan Sadar Hukum bertema “Membangun Kesadaran Masyarakat dalam Upaya Mencegah Tawuran” di Aula Lantai 4 Kantor Kecamatan Pademangan, Kamis (30/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan unsur tiga pilar dan berbagai elemen masyarakat. Hadir dalam acara tersebut perwakilan Camat Pademangan Arief Wibowo, Kanit Binmas Polsek Pademangan Iptu I Gusti Ngurah mewakili Kapolsek AKP Daniel Dirgala, perwakilan Danramil Penjaringan Mayor Infanteri Noldy Delius Stepanus Tana, serta Ketua GRIB Jaya DPC Jakarta Utara H. Hidayatullah.

Peserta yang hadir mencerminkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Dewan Kota, LMK, FKDM, PKK, Forum RT/RW, pihak sekolah, hingga unsur swakarsa dan pemangku kepentingan lainnya.

Dalam pemaparannya, praktisi hukum Handy SH, MH menegaskan bahwa tawuran bukan lagi sekadar kenakalan remaja, melainkan tindak pidana serius dengan konsekuensi hukum yang berat. Ia menjelaskan, pelaku dapat dijerat berbagai pasal, mulai dari kekerasan bersama, penganiayaan, perusakan fasilitas umum, hingga pembunuhan, bergantung pada dampak yang ditimbulkan.

“Tidak hanya pelaku utama, siapa pun yang terlibat—baik mengajak, membantu, bahkan sekadar ikut-ikutan—tetap dapat dimintai pertanggungjawaban pidana,” tegasnya.

Sementara itu, Kanit Binmas Iptu I Gusti Ngurah menyoroti bahwa tawuran kerap dipicu oleh solidaritas kelompok yang keliru, diperparah oleh lemahnya pengawasan keluarga dan pengaruh lingkungan pergaulan.

“Penyebab tawuran yang pertama secara internal kurangnya pengawasan orang tua, dan secara eksternal yaitu pengaruh lingkungan dan pergaulan,” ungkapnya.

Dalam pandangan Kanit Binmas selain karena faktor internal dan eksternal, juga karena krisis identitas. Anak-anak pelaku tawuran butuh validasi, pengakuan atas keberadaan mereka.

“Pencegahan bisa dilakukan melalui patroli rutin, pembinaan, dialog, serta membuka ruang kegiatan positif bagi masyarakat dengan melibatkan seluruh elemen,” ujarnya.

Perwakilan Kecamatan Pademangan menambahkan, dampak tawuran tidak hanya merugikan pelaku, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat luas, termasuk potensi korban jiwa dan kerusakan lingkungan.

“Pendekatan pencegahan harus dilakukan secara humanis dan persuasif agar efektif menyentuh masyarakat,” ungkapnya.

Ketua GRIB Jaya PAC Pademangan, S. Ardi Robert saat ditemui MDI.NEWS usai acara menegaskan bahwa tren tawuran saat ini semakin mengkhawatirkan karena melibatkan senjata tajam dan menyasar remaja usia sekolah.

“Ini bukan lagi sekadar kenakalan, tetapi sudah mengancam keselamatan. Sosialisasi ini akan kami lanjutkan ke sekolah-sekolah di seluruh kecamatan Pademangan sebagai langkah konkret menekan angka tawuran,” katanya.

Ia juga mengajak peran aktif orang tua dalam mengawasi anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam aksi kekerasan jalanan.

“Konsekuensi hukumnya jelas. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat, dari keluarga hingga masyarakat,” pungkasnya. (***)

Penulis: Imam Setiadi
WWW.MDI.NEWS