width=
width=

Atasi Angka Putus Sekolah, Pimpinan DPRD Pekalongan Gandeng SP2MI Dorong Pendidikan Nonformal

MDINEWS, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat Serikat Penggerak Pendidikan Masyarakat (DPP SP2MI) menerima kunjungan kerja pada Selasa (07/07/2026), dari pimpinan DPRD Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kehadiran Ketua DPRD Pekalongan, Bapak Munir, bersama Wakil Ketua DPRD, Bapak Sumar, ke Kantor DPP SP2MI, Jakarta Timur ini bertujuan untuk menyelaraskan visi dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) melalui penguatan pendidikan nonformal.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPRD Pekalongan, Munir, menekankan pentingnya filosofi long life education atau pendidikan sepanjang hayat. Menurutnya, konsep belajar tidak mengenal batasan usia dan harus terus difasilitasi, terutama bagi mereka yang tidak berada di jalur pendidikan formal.

“Di daerah, angka Anak Tidak Sekolah (ATS) itu masih terhitung tinggi. Oleh karena itu, kami sangat tertarik untuk mengembangkan konsep pendidikan luar sekolah dan nonformal,” ujar Munir, yang juga memiliki latar belakang di bidang Pendidikan Luar Sekolah (PLS). Ia menambahkan bahwa SP2MI merupakan mitra strategis pemerintah yang ideal untuk menggerakkan roda pendidikan masyarakat, seperti program kejar Paket A, B, dan C.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Pekalongan, Bapak Sumar, menyatakan bahwa di era kemerdekaan ini, masalah ekonomi seharusnya tidak lagi menjadi batu sandungan bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan. Ia mengaku prihatin dan miris jika masih ada anak yang terpaksa putus sekolah demi membantu perekonomian keluarga atau karena keterbatasan orang tua.

“Tidak ada istilah lagi anak putus sekolah karena faktor ekonomi. Kita semua, termasuk masyarakat dan orang tua, harus menjadi motor, motivator, sekaligus eksekutor di lapangan,” tegas Sumar.

Lebih lanjut, Sumar juga menyoroti pentingnya peran negara dalam menjamin pendidikan gratis, tidak hanya di tingkat dasar dan menengah, melainkan hingga ke perguruan tinggi. Hal ini demi menyiasati banyaknya kasus anak berprestasi yang lolos ke universitas negeri namun terpaksa mundur akibat kendala biaya.

Kunjungan ini diakhiri dengan komitmen bersama antara pimpinan DPRD Pekalongan dan SP2MI untuk saling bersinergi dan menjadi penggerak utama dalam menuntaskan persoalan pendidikan di daerah, demi mewujudkan standar pendidikan nasional yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat. (***)

Penulis: Imam Setiadi
WWW.MDI.NEWS