width=
width=

Hari Ke-2 PPL, Mahasiswa IAI Al Azis Dapat Materi Pembekalan Dasar-dasar Jurnalistik

MDINEWS, Kota Bekasi – Sebanyak tujuh mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dari Institut Agama Islam (IAI) Al-Azis mengikuti pembekalan dasar-dasar jurnalistik yang disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjend) Asistensi Media Nasional (AsMEN), Muhammad Hatta Tahir, di Studio Forum AsMEN, Jalan Puncak Cikunir No. 14, Jakasampurna, Kota Bekasi, Selasa (14/7/2026).

Pembekalan ini digelar sebagai bagian dari program edukasi AsMEN sekaligus penyegaran materi jurnalistik yang sebelumnya telah didapatkan mahasiswa di kampus. Materi difokuskan sebagai bekal praktis sebelum mahasiswa terjun langsung melakukan peliputan di lapangan.

Dalam pemaparannya, Hatta menjelaskan konsep nilai berita (news value), bahwa tidak semua peristiwa layak diangkat menjadi berita, melainkan peristiwa yang memiliki unsur di luar kebiasaan. Ia mencontohkannya dengan analogi klasik dalam dunia jurnalistik.

“Anjing menggigit manusia itu bukan berita, tapi manusia menggigit anjing itu baru bisa jadi berita,” ujar Hatta.

Selain nilai berita, Hatta turut memaparkan unsur 5W+1H (Adiksimba) sebagai kerangka wajib setiap berita, mencakup apa, siapa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana suatu peristiwa terjadi. Ia juga menjelaskan wawancara sebagai “darah berita”, mulai dari teknik face to face, doorstop, hingga jumpa pers, serta perbedaan pendekatan antara wawancara insiden dan wawancara yang telah dijadwalkan.

Materi turut mencakup struktur piramida terbalik untuk penulisan straight news, yang terdiri atas judul, lead atau teras berita, tubuh berita, dan penutup, serta ketentuan teknis peliputan seperti jumlah minimal foto dan durasi video berita.

Wasekjend AsMEN Muhammad Hatta Tahir menjelaskan struktur berita dan teknik wawancara kepada mahasiswa PPL IAI Al-Azis. Usai pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab bagi mahasiswa yang belum memahami sejumlah bagian materi.

Di akhir sesi, Hatta memberikan tugas praktik langsung kepada peserta untuk menyusun berita dari narasumber yang tersedia, sebagai bentuk penerapan materi yang telah disampaikan.

Hatta menegaskan pentingnya latihan langsung dalam mempelajari jurnalistik, bukan sekadar memahami teori.

“Practice makes perfect,” tegas Hatta menutup pelatihan jurnalistik.  (***)

 

 

Penulis: Salbana PPLEditor: Imam Setiadi
WWW.MDI.NEWS