MDI.NEWS | BEKASI, 2 Agustus 2026 – Kolaborasi antara Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Bekasi dan Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri semakin diperkuat dalam momentum Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Bertempat di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Minggu (2/8/2026), kedua pihak bersama komunitas Bhinneka One ID menggelar aksi edukasi bertajuk “Melawan Bullying dan Jaga Toleransi” sebagai upaya menciptakan lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang anak.
Penanggung Jawab Tenda Curhat Kolaborasi sekaligus Wakil Ketua II Forum PUSPA Kota Bekasi, Resa Rusayani, S.H., M.H.(C), kembali melibatkan Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri dalam rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional. Kolaborasi tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya perhatian pada isu perundungan (bullying), kekerasan terhadap anak, serta pentingnya membangun nilai toleransi sejak usia dini.
Dalam kegiatan tersebut, Puspaga bersama Densus 88 AT Polri dan Bhinneka One ID mengajak masyarakat yang hadir di area CFD Ahmad Yani untuk mengikuti Penandatanganan Komitmen Bersama Melawan Bullying dan Menjaga Toleransi.
Aksi tersebut menjadi simbol ajakan kepada seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menciptakan ruang publik dan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, serta bebas dari tindakan intimidasi. Kegiatan juga dimeriahkan dengan pembagian susu dan roti gratis bagi anak-anak yang hadir.
Anggota Tim Pencegahan Densus 88 AT Polri, Abdul, menyampaikan bahwa gerakan kolaboratif tersebut menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat terkait pencegahan bullying sekaligus memperkuat nilai toleransi di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kami dari Densus 88 hari ini mengampanyekan terkait melawan bullying dan menjaga toleransi. Dengan tanda tangan komitmen bersama ini, kami berharap kita bersama-sama berkomitmen bahwa aksi melawan bullying dan menjaga toleransi menjadi fokus utama demi keamanan serta menjaga Kota Bekasi agar tetap aman dan damai,” ujar Abdul.
Ia menjelaskan bahwa edukasi kepada anak dan keluarga menjadi hal yang sangat penting, mengingat kelompok-kelompok ekstrem juga berupaya menyasar kelompok rentan, termasuk perempuan dan anak.
Sementara itu, Pengurus Bhinneka One ID, Fahrul Asfahani, menekankan bahwa aksi perundungan harus dicegah secara bersama-sama karena dapat menciptakan siklus kekerasan yang berkelanjutan.
“Kami selalu mengampanyekan anti-bullying, karena bullying tidak akan hilang jika dibiarkan. Terkadang korban bisa menjadi pelaku berikutnya dan terus berulang. Karena itu hari ini kami mengajak masyarakat agar bullying segera dihentikan dari lingkungan kita,” ungkap Fahrul.
Fahrul juga menyampaikan pesan utama dari gerakan Bhinneka One ID melalui tagar “Dewasa Karena Perbedaan”. Menurutnya, keberagaman harus menjadi kekuatan untuk mempererat persatuan, bukan menjadi alasan terjadinya perpecahan.
“Kami membawa tagar ‘Dewasa Karena Perbedaan’, karena kami sadar bahwa perbedaan bukan alasan untuk perpecahan, melainkan alasan besar untuk membangun persatuan,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara Puspaga Kota Bekasi, Densus 88 AT Polri, dan Bhinneka One ID, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak, menjunjung toleransi, serta mencegah berbagai bentuk kekerasan dan intimidasi terhadap anak.






