width=
width=
FILM  

Gala Premiere Hadirkan Kejutan Harusnya Horor

MDINEWS, Jakarta — Film Harusnya Horror menghadirkan kejutan dalam gala premiere di Studio 1 Epicentrum XXI, Jakarta, Kamis (13/8/2026). Alih-alih hanya memancing ketakutan dan tawa, film debut penyutradaraan Reza Oktovian tersebut justru membuat sejumlah penonton larut dalam suasana haru hingga menangis.

Kisah yang memadukan horor, komedi, dan fantasi itu ternyata memiliki sisi emosional yang kuat. Reaksi penonton menjadi gambaran bahwa film tersebut tidak hanya mengandalkan unsur hiburan, tetapi juga membawa pesan mengenai persahabatan, kehilangan, kebersamaan, dan arti menghargai orang-orang terdekat.

Salah satu unsur emosional yang turut memberi warna pada film tersebut adalah kehadiran mendiang Lula Lahfah yang memerankan karakter Gea. Bagi Reza, Lula bukan sekadar salah satu pemain, melainkan bagian penting dari perjalanan Harusnya Horror sekaligus sosok yang meninggalkan kenangan dalam proses produksi film.

Reza mengatakan dirinya sengaja memberikan ruang khusus untuk mengenang Lula saat pemutaran awal film. Meski keputusan tersebut sempat mendapat kritik, ia memilih tetap mempertahankan penghormatan tersebut sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi Lula dalam film.

“Waktu itu sempat waktu di Harusnya nonton duluan itu sempat aku ngasih satu spot khusus untuk almarhumah beliau dan itu sempat bukan diejek tapi dihujat. And I swear to God saya tidak peduli, saya akan tetap merayakan Lula karena ini legacy dia juga di film ini,” ujar Reza.

Film ini bercerita tentang Mas, seorang pria yang meninggal secara mendadak dan kemudian menjadi hantu. Berbeda dengan gambaran hantu pada umumnya, Mas justru digambarkan sebagai seorang wibu yang minder serta merasa takut berhadapan dengan manusia.

Dalam perjalanannya, Mas mendapat tugas dari alam akhirat untuk menakut-nakuti 100 ribu manusia dalam waktu 30 hari. Misi tersebut mempertemukannya dengan sekelompok kreator konten horor gadungan yang tengah menghadapi persoalan finansial.

Kelompok tersebut kemudian menjadikan Mas sebagai talent untuk membuat konten horor. Konten yang mereka hasilkan ternyata mendapat perhatian luas dan menjadi viral. Di balik kesuksesan tersebut, hubungan antara Mas dan kelompok kreator itu berkembang menjadi sebuah persahabatan yang menghadirkan banyak pengalaman emosional.

Reza menyadari setiap penonton dapat memiliki pengalaman emosional yang berbeda setelah menyaksikan film tersebut. Ia menilai keberagaman reaksi penonton justru menjadi bagian menarik dari perjalanan Harusnya Horror.

“Kalau misalnya nonton film ini, misalnya lima orang, pasti ketika keluar akan merasakan feelings yang berbeda-beda,” kata Reza. Ia menambahkan bahwa setiap orang dapat menangkap dan membawa pulang pesan yang berbeda setelah menyaksikan film tersebut.

Executive Producer David Suwarto juga mengaku senang melihat respons penonton selama gala premiere. Menurutnya, proses pembuatan film sejak awal telah dibangun dengan kedekatan emosional sehingga hasil akhirnya terasa memiliki hati.

“Saya senang banget dengan semua reaksi dan ketawa-ketawanya dan diemnya di akhir. Dari awal kita membuat film ini juga dekat banget bikinnya dan ketika kita nonton filmnya pertama kali rasanya kok penuh dengan rasa, penuh dengan hati,” ujar David.

Pesan mengenai persahabatan turut menjadi kekuatan utama film tersebut. Para pemain terlebih dahulu menjalani workshop dan bootcamp untuk membangun kedekatan sebelum proses syuting berlangsung. Teguh Prakoso alias Pepe berharap energi yang dibangun bersama para pemain dapat diterima penonton. “Film ini merupakan film dari hati kita bersembilan dan semoga bisa nyampe ke hati semua yang nonton,” tuturnya. Reina Fenska juga mengingatkan pentingnya menghargai waktu bersama sahabat dan orang-orang terdekat.

Kehadiran Lula membuat pesan tersebut semakin bermakna. Harusnya Horror tidak hanya menjadi tontonan bergenre komedi horor, tetapi juga menjadi bagian dari rekaman perjalanan Lula di layar lebar. Film yang disutradarai Reza Oktovian dengan skenario Rahabi Mandra dan Syahrun Ramadhan itu dibintangi Reza Oktovian sebagai Mas, mendiang Lula Lahfah sebagai Gea, Tierison sebagai Kevin, Garry Ang sebagai Kenzo, Yuka Theo sebagai Cipuy, serta sejumlah pemain lainnya. Harusnya Horror dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026.  (***)

Penulis: Rizki Trainar
WWW.MDI.NEWS