MDI.NEWS, Jakarta—-Kelurahan Cakung Timur menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung program sosial dan pembangunan lingkungan. Hal itu disampaikan oleh perwakilan Kelurahan Cakung Timur, Deby Pratomo, saat menghadiri kegiatan Lebaran Yatim dan Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan oleh Yayasan Dharma Kasih Jakarta Timur (YDKJT) di wilayah Cakung Timur, Jakarta Timur. Minggu, (28/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Deby mengatakan bahwa yayasan selama ini telah memberikan kontribusi yang positif bagi pemerintah melalui berbagai kegiatan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan yayasan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan di tingkat wilayah.
“Selama ini kontribusi yayasan terhadap pemerintah cukup besar. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan demi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Deby.
Ia menjelaskan, dalam waktu dekat pihak kelurahan bersama pengurus yayasan berencana menggelar sejumlah program kemasyarakatan, di antaranya pemeriksaan kesehatan gratis serta kegiatan yang berfokus pada kepedulian terhadap lingkungan. Salah satu agenda yang akan didorong ialah pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat.
Menurut Deby, program pengelolaan sampah akan diselaraskan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengenai penerapan sistem pemilahan sampah dari sumbernya. Sosialisasi akan dilakukan mulai dari tingkat rumah tangga, RT, hingga RW agar masyarakat terbiasa memisahkan sampah organik dan anorganik sebelum diangkut ke tempat pengolahan.
“Program pemilahan sampah ini masih dalam tahap koordinasi. Nantinya masyarakat akan diberikan pemahaman agar sampah dapat dipilah sejak dari rumah sehingga proses pengelolaannya menjadi lebih efektif,” katanya.
Selain persoalan sampah, Kelurahan Cakung Timur juga tetap memprioritaskan penanganan banjir dan peningkatan keamanan lingkungan. Dedy menuturkan bahwa kegiatan cipta kondisi (Cipkon) rutin dilaksanakan setiap bulan di sejumlah titik yang dianggap rawan, seperti kawasan Gerbang Grand Cakung City (GGC) dan Bantaran Kanal Banjir Timur (BKT), melalui kerja sama tiga pilar yang terdiri atas TNI, Polri, Satpol PP, serta unsur masyarakat.
Deby juga menyampaikan bahwa meskipun telah terjadi pergantian kepemimpinan di Kelurahan Cakung Timur sejak November 2025, seluruh program pembangunan tetap berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan bahwa program yang telah disusun pada masa kepemimpinan sebelumnya akan terus dilanjutkan, baik di bidang kesejahteraan masyarakat, ekonomi pembangunan, maupun ketenteraman dan ketertiban, dengan penyesuaian terhadap kebijakan baru Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (***)






