width=
width=

Kuliah Gagal Bikin Kaya? Mungkin Kamu Salah Paham Tujuannya

Ilustrasi

MDI.NEWS – Stigma “kuliah atau enggak sama saja” makin sering muncul di media sosial. Pemicunya jelas: banyak sarjana yang akhirnya bekerja di luar bidang ilmunya, bahkan memilih usaha kecil-kecilan demi bertahan hidup.

Fenomena ini bikin banyak anak muda mempertanyakan gunanya kuliah. Jika ujungnya tetap susah cari kerja sesuai bidang, buat apa habiskan waktu dan biaya empat tahun lebih? Data Badan Pusat Statistik (BPS) turut memperkuat keresahan ini. Per Februari 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) lulusan Diploma IV, S1, S2, dan S3 tercatat 6,13 persen, lebih tinggi dari TPT nasional yang sebesar 4,68 persen.

Angka ini menunjukkan, gelar sarjana tidak otomatis membuka jalan mulus ke dunia kerja. Bahkan lulusan pendidikan tinggi tercatat lebih rentan menganggur dibanding lulusan SD atau Diploma I-III.
Padahal, anggapan “kuliah sia-sia” ini keliru sejak akarnya. Kuliah tidak pernah dirancang sebagai jaminan pekerjaan, melainkan proses membentuk pola pikir dan cara bernalar.

Di bangku kuliah, seseorang belajar berpikir kritis, menyusun argumen, dan memecahkan masalah secara sistematis. Kemampuan ini yang sebenarnya dibawa lulusan ke dunia kerja, bukan sekadar gelar di belakang nama.

Realitanya, banyak sarjana yang “gagal” secara karier bukan karena kuliahnya sia-sia. Masalahnya lebih sering pada mental belajar yang berhenti begitu wisuda selesai.

Padahal ilmu pengetahuan dan dunia kerja terus berubah setiap saat. Orang yang berhenti belajar setelah lulus otomatis tertinggal, terlepas dari sepintar apa pun ia saat kuliah dulu.

Islam sendiri menegaskan konsep belajar sepanjang hayat lewat semangat “menuntut ilmu dari buaian hingga liang lahat”. Prinsip ini menunjukkan, belajar bukan fase yang selesai begitu ijazah di tangan.
Jadi, kuliah bukan alat ajaib pencipta masa depan cerah secara otomatis. Ia hanya salah satu wadah untuk melatih pola pikir, yang hasilnya baru terlihat kalau proses belajarnya terus berlanjut, bahkan lama setelah lulus.

Yang membedakan orang sukses dan tidak bukan status “kuliah atau tidak”. Yang membedakan adalah apakah seseorang terus mau belajar, atau berhenti begitu merasa sudah cukup.

WWW.MDI.NEWS