MDI.NEWS, Jakarta — Ketua Forum Kepakaran Indonesia (FKI) Dr. Risman Pasaribu menyoroti pentingnya etika dan kesantunan dalam menyampaikan pendapat, khususnya dalam forum resmi maupun diskusi yang diliput media. Menurutnya, penggunaan kata-kata kasar dalam menyampaikan kritik tidak mencerminkan sikap seorang intelektual dan dapat memberikan contoh buruk kepada masyarakat. Kamis (24/9/2026).
Risman mengatakan, perbedaan pendapat dalam sebuah diskusi merupakan hal yang wajar. Namun, penyampaian pendapat tetap perlu dilakukan dengan bahasa yang santun dan menghargai lawan bicara, terlebih jika forum tersebut melibatkan akademisi, doktor, guru besar, dosen, maupun pejabat.
“Saya sangat prihatin mendengar ucapan orang-orang ketika berdiskusi, seperti kata bodoh, goblok, atau bajingan kepada orang yang diajak berdiskusi. Menurut saya, ucapan seperti itu kurang sopan dan kurang etis, terlebih jika disampaikan oleh seorang doktor atau guru besar,” kata Risman.
Ia menilai penggunaan bahasa yang kasar dalam ruang publik dapat memengaruhi masyarakat, terutama generasi muda. Menurutnya, pernyataan yang disampaikan seseorang akan menjadi cerminan dirinya sekaligus berpotensi ditiru oleh anak-anak dan masyarakat yang menyaksikan atau mendengarnya melalui media.
“Kalau rapat resmi atau diskusi diliput media, kita harus lebih berhati-hati dalam berbicara. Jangan sampai ucapan yang tidak santun justru merusak bangsa sendiri karena anak-anak dan generasi muda dapat mencontohnya,” ujarnya.
Risman juga menyampaikan bahwa FKI berupaya mendorong peran kalangan akademisi untuk memberikan kontribusi terhadap pembangunan bangsa melalui kegiatan ilmiah. FKI disebut memiliki anggota yang berasal dari kalangan doktor dan guru besar dari berbagai perguruan tinggi, serta bekerja sama dengan Asistensi Media Nasional (AsMEN) yang memiliki jaringan anggota media di berbagai daerah.
“Kami mengharapkan anggota Forum Kepakaran Indonesia dapat menjadi mitra pemerintah dalam ikut mencerdaskan bangsa melalui riset, kajian, diskusi, dan seminar. Hasilnya dapat disampaikan kepada pemerintah dan Bappenas sebagai bahan masukan,” katanya.
Risman menegaskan, para anggota FKI diharapkan tidak hanya aktif dalam forum diskusi, tetapi juga menghasilkan riset dan inovasi yang memiliki manfaat bagi masyarakat dan negara. Melalui kegiatan akademik yang konstruktif dan komunikasi yang santun, FKI mendorong kontribusi para doktor dan guru besar untuk memberikan gagasan serta rekomendasi kepada pemerintah. (***)






