MDI.NEWS, Jakarta —- Pemerintah Indonesia menyambut positif pengumuman kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang dicapai oleh pihak-pihak terkait dalam konflik yang tengah berlangsung. Kesepakatan tersebut dinilai sebagai langkah awal yang penting untuk meredakan ketegangan sekaligus membuka peluang bagi upaya diplomasi yang lebih luas dalam mencari penyelesaian damai. Jumat, 10 April 2026.
Pengumuman mengenai gencatan senjata itu disampaikan melalui pernyataan resmi pemerintah Indonesia yang menekankan pentingnya memanfaatkan momentum tersebut secara maksimal. Indonesia memandang langkah ini sebagai sinyal bahwa para pihak yang terlibat masih memiliki komitmen untuk menahan eskalasi konflik dan mengedepankan dialog sebagai jalan penyelesaian.
Menurut pemerintah Indonesia, kesepakatan gencatan senjata ini mencerminkan adanya upaya nyata dari para pihak untuk tetap membuka ruang diplomasi. Momentum tersebut diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi proses negosiasi yang lebih konstruktif demi tercapainya perdamaian yang berkelanjutan.
Indonesia juga menilai bahwa kesempatan dua pekan ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh seluruh pihak yang terlibat. Upaya diplomasi yang intensif selama periode tersebut diharapkan dapat memperkuat langkah-langkah menuju stabilitas kawasan serta menghindari terjadinya peningkatan konflik di masa mendatang.
Secara terpisah, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdullah Salem Al Dhaheri, turut menyampaikan dukungannya terhadap kesepakatan tersebut. Ia menyatakan bahwa gencatan senjata merupakan kesempatan penting bagi semua pihak untuk kembali membangun komunikasi dan membahas langkah-langkah menuju perdamaian.
Abdullah berharap masa dua pekan tersebut dapat menghasilkan kemajuan nyata dalam proses dialog. Ia menegaskan bahwa stabilitas kawasan hanya dapat terwujud melalui komitmen bersama untuk menghentikan konflik dan memperkuat kerja sama antarnegara.
“Kami sangat berharap ini adalah waktu yang tepat untuk membahas jalan ke depan, termasuk langkah-langkah menuju perdamaian dan stabilitas,” ujar Abdullah. Ia menambahkan, “Kami berharap dalam dua minggu ke depan dapat tercapai hasil yang baik yang akan membawa stabilitas serta kemakmuran bagi negara-negara kita.”
Sementara itu, pada Selasa, seorang pejabat militer Pakistan melalui unggahan di platform X menyampaikan bahwa pihaknya telah mengundang delegasi Iran dan Amerika Serikat untuk bertemu di Islamabad pada Jumat mendatang. Pertemuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya mediasi guna memperkuat dialog serta memperluas peluang tercapainya penyelesaian konflik secara damai.







